PERILAKU SEKSUAL DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN DAN NON KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.58185/jkr.v12i2.28Keywords:
College students, sexual behavior, reproductive health, comprehensive knowledgeAbstract
Abstract
Background: Good comprehensive sexual and reproductive health knowledge on adolescents improve their health-related behavior. Factor affecting knowledge include formal education about sexual and reproductive health.
Objective: This study intended to compare the sexual behavior and comprehensive reproductive health knowledge among health and non-health discipline college students at a university in the Soloraya region.
Method: A cross-sectional study was conducted in April 2020. The sample was 159 health discipline college student who received education about reproductive health based on the faculty curriculum. The comparative sample was 159 non-health discipline students. Sampling technique was Proportional Random Sampling. Questionnaire had been tested for its validity and reliability. Data were collected using an online survey platform. Statistical tests used the Mann Whitney test.
Result: There was a significant difference in sexual and reproductive health knowledge-score and sexual behavior-score among health and non-health discipline students (p-value<0.001). The mean score of comprehensive knowledge was higher in health discipline student. While mean of risky behavior-score was higher in non-health discipline students.
Conclusion: Additional education activities related to sexual and reproductive health is needed for the existing student club or organization to facilitate non-health discipline students learn about sexual and reproductive health during their study in college.
Keywords: College students, sexual behavior, reproductive health, comprehensive knowledge
Abstrak
Latar belakang: Pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual yang baik penting bagi remaja agar dapat mempraktekkan perilaku kesehatan yang baik. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual diantaranya adalah pendidikan formal tentang kesehatan reproduksi dan seksual.
Tujuan: Membandingkan perilaku seksual dan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual komprehensif pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di satu universitas di wilayah Soloraya.
Metode: Penelitian cross sectional ini dilaksanakan pada bulan April 2020. Sampel penelitian yaitu 159 mahasiswa disiplin ilmu kesehatan yang menerima pendidikan kesehatan reproduksi pada mata kuliah yang dilaksanakan lebih dari satu kali pertemuan. Sampel perbandingannya adalah 159 mahasiswa non kesehatan. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan secara daring. Uji statistic menggunakan Uji Mann Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku seksual dan pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual komprehensif pada mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non kesehatan (p-value <0.001). Rata-rata skor pengetahuan lebih tinggi pada mahasiswa kesehatan sementara skor perilaku seksual lebih tinggi pada mahasiwa non kesehatan.
Kesimpulan: Perlu penambahan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan seksual pada Unit Kreativitas Mahasiswa atau Lembaga yang sudah ada di perguruan tinggi guna memfasilitasi mahasiswa non kesehatan belajar tentang kesehatan reproduksi dan seksual secara komprehensif.
Kata Kunci : Mahasiswa, perilaku seksual, kesehatan reproduksi, dan pengetahuan seksual komprehensif.
References
Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Editor. Jakarta; 2014; 1–182 P.
UNICEF. INSPIRE Handbook: Action For Implementing The Seven Strategies For Ending Violence Against Children. 2018; 293 P.
Sarwono. Psikologi Remaja. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. (2011).
BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional). Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia 2013. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, Editor. Jakarta; 2013. 1–403 P.
Nursal, Dien G.A. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Murid Smu Negeri Di Kota Padang Tahun 2007”, Jurnal Kesehatan Masyarakat II. (2008).
Pinandari Aw. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Formal Sebagai Pencegahan Perilaku Hubungan Seksual Pranikah Remaja Dan Dewasa Muda Di Indonesia (Analisis Data Sdki 2012). 2015.
BKKBN. Bimbingan Teknis Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Yang Komprehensif. Jakarta: BKKBN; 2013.
BKKBN. Survei Demografi Dan Kesehatan 2017. Jakarta: Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional; 2017.
BPS, BKKBN. Survey Demografi Kesehatan Indonesia 2017. Maryland, USA: ICF International; 2018.
Rahadi, D. S., & Indarjo, S. Perilaku Seks Bebas Pada Anggta Club Motor X Kota Semarang Tahun 2017. Journal Of Health Education. 2017; 2(2), 115–121. Https://Doi.Org/10.15294/Jhe.V2i2.14170.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Situasi Perkembangan HIV/AIDS Dan PIMS Di Indonesia Tahun 2018. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan. 2018; 1–30 P.
Marita, O., Wulandari, Y., & Suryandari, D. Gambaran Persepsi Dan Sikap Perilaku Seksual Pada Mahasiswa Universitas Kusuma Husada Surakarta. 2020; 44.
Widyawati, D. P., & Sudarsana. Perilaku Sosial Pekerja Seks Komersial Di Kota Surakarta. Journal Of Development And Social Change. 2019; 2(2).
Bhramitasari W, Dewantiningrum J, S An. Perbedaan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Mahasiswa Fakultas Kedokteran Dan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. 2011; 1–25.
Suryoputro A, Ford NJ, Shaluhiyah Z. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Di Jawa Tengah: Implikasinya Terhadap Kebijakan Dan Layanan Kesehatan Seksual Dan Reproduksi. Makara Kesehat. 2006; 10(1):29–40.
Kemenristek Dikti. Perguruan Tinggi. 2018.
Meilinda, N., Prabujaya., S., & Murti, K. Pola Pencarian Informasi Tentang Reproduksi Seksual Pada Mahasiswa Universitas Sriwijaya Nurly. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi. 2017; 01(01). Http://Pknk.Web.Id/Index.Php/PKNK/Article/View/75/91.
BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional). BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional) Bimbingan Teknis Kesehatan Reproduksi Dan Seksualitas Yang Komprehensif. 2012; 1–62.
Nugrahaeni Dk, Fajari Ti. Pengaruh Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Seksual Remaja (Studi Di Sman 1 Margahayu Bandung). J Kesehat Kartika. 2010; 34–40.
Respati Ws. Problematika Remaja Akibat Kurangnya Informasi Kesehatan Reproduksi. Forum Ilm. 2010; 7(1):1–10.
Nurhamsyah D, Mendri Nk, Wahyuningsih M. Pengaruh Edukasi Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Krr) Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta. J Keperawatan Respati. 2015; II(September):67–83.
Nasution, N. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Mahasiswa Apikes Iris Padang Relationship. Journal Of Social And Economics Research. 2019; 1(1), 10–15.
Lubis, D. P. U. Peran Teman Sebaya Dan Paparan Media Pornografi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu. 2017; 8(1), 47–54.
Wulandari, S., & Muis, T. D. Perilaku Seksual Remaja Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Bk Unesa. 2014; 4(3), 1–8.
Iqbal, M., Al-Aufa, B., & Amran, Y. Peran Keluarga, Masyarakat Dan Media Sebagai Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Mahasiswa. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2015. 3(1 Apr), 16–23. Https://Doi.Org/10.22435/Jkr.v3i1Apr.3926.16-23.
Pertiwi, K. R., & Salirawati, D. Pengetahuan Dan Persepsi Mahasiswatentang Kesehatan Reproduksi Dan Permasalahannya. Jurnal Penelitian Humaniora UNY. 2014; 19(2), 104–115.
Ratnasari, I., Rambi, C., & Tinggal, T. Gambaran Perilaku Seksual Pranikah Pada Mahasiswa Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara. Jurnal Ilmiah Sesebanua. 2017; 1(2), 73–77.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


