ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL KABUPATEN BOGOR

Authors

  • Dika Maretika 082113001516
  • Tria Astika Endah Permatasari Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat 10510
  • Dewi Purnamawati Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat 10510

DOI:

https://doi.org/10.58185/jkr.v14i2.96

Keywords:

nemia, adolescent girls, Fe tablets.

Abstract

ABSTRACT

Background: Anemia is a condition of red blood cells or commonly called hemoglobin is below normal. World Health Organization (WHO) is in the range of 40-80% and as many as 57% of them are suffered by adolescent girls.  Southeast Asia is the region with the highest prevalence of anemia at 42%. The incidence of anemia in women of childbearing age in Indonesia in 2019 reached 30.6% and the prevalence of anemia in adolescent girls was 32%, the majority of adolescents who experienced anemia were in the age range of 10 - 18 years. In West Java the incidence of anemia reached 41.5%..

Objective: The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of anemia among adolescent girls of private high schools in the sentul puskesmas working area, Bogor district.

Method: Quantitative research with Cross Sectional design. 125 samples. The sampling technique used Purposive Sampling. research using the sample formula with hypothesis testing 2 population proportions.

Result: 45.6% of adolescent girls were anemic, 50 (56.8%) of adolescent girls were not compliant with taking Fe anemia tablets, 36 (59.0%) rarely consumed iron-source food intake, 30 (48.8%) rarely consumed iron-blocking food/drink intake, 38 (51.4%) were undernourished, 44 (46.3%) of adolescent girls had good knowledge of anemia, 10 (52.6%) had a history of infection, 29 (43.9%) had normal menstrual cycles, 45 (47.4%) had normal menstrual duration, 3 (60.0%) had abnormal menarche and anemia. There is a relationship between adherence to taking Fe tablets, dietary intake of iron sources and nutritional status.

Conclusion: The dominant factor causing anemia in adolescent girls is adherence to taking Fe tablets p=0.000; OR (95% CI) =5.869 (2.217 - 15.535).

Keywords: Anemia, adolescent girls, Fe tablets.

 

ABSTRAK

Latar belakang: Anemia remaja putri menyebabkan perkembangan fisik dan psikis yang terganggu, penurunan kerja fisik dan daya pendapatan, penurunan daya tahan terhadap kelelahan, peningkatan angka kesakitan dan kematian.

Tujuan: Untuk menganalisis determinan kejadian anemia remaja putri Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di wilayah kerja Puskesmas Sentul Kabupaten Bogor.

Metode: Penelitian dengan desain Cross Sectional, dilakukan pada 125 remaja putri di tiga SMA swasta wilayah kerja Puskesmas Sentul, Bogor pada Bulan Januari-Maret 2023. Sampel dihitung dengan rumus uji hipotesis 2 proporsi populasi dengan teknik Purposive Sampling. Anemia diukur dengan pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat easy touch GCHB. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda dengan SPSS Versi 20.

Hasil: Dari 125 remaja putri terdapat hampir separuh (45,6%) remaja putri mengalami anemia, 56,8% remaja putri tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. Faktor dominan yang berhubungan secara bermakna terhadap kejadian anemia adalah kepatuhan minum tablet Fe (P-value =0.000; OR=5.63 (2,23-14,21)). Faktor lainnya yaitu asupan makanan sumber zat besi (P-value=0,003; OR=2,94 (1,42-6,11)) Sedangkan faktor lainnya tidak berhubungan dengan anemia (P-value >0,05)

Kesimpulan: Remaja putri yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe lebih berisiko 5,63 untuk mengalami anemia dibandingkan remaja putri yang patuh mengkonsumsi tablet Fe. Untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri diperlukan sosialisasi kembali aplikasi “Ceria” yang digunakan dalam pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe.

Kata kunci: anemia, remaja putri, kepatuhan konsumsi tablet Fe, status gizi

References

World Health Organization. Prevention Of Defiency Anaemia In Adolescent Role Of Weekly Supplementation Iron [Internet]. 2011 [cited 2023 Jan 5]. Available from: https://apps.who.int/iris/handle/10665/205656

Stevens GA, Finucane MM, De-Regil LM, Paciorek CJ, Flaxman SR, Branca F, et al. Global, regional, and national trends in haemoglobin concentration and prevalence of total and severe anaemia in children and pregnant and non-pregnant women for 1995-2011: a systematic analysis of population-representative data. Lancet Glob Health. 2013 Sep;1(1).

World Health Organization. Prevention Of Deficiency Anaemia In Adolescents [Internet]. 2018 [cited 2023 Feb 2]. Available from: https://apps.who.int/iris/handle/10665/205656

Kementerian Kesehatan RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. 2018.

World Health Organization. Prevalence of Anaemia in Women of Reproductive Age [Internet]. 2019 [cited 2023 Mar 16]. Available from: https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children

Ahyani LN, Astuti RD. Buku Ajar Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Kudus: Badan Penerbit Universitas Muria Kudus; 2018.

Handayani Y, Budiman IA. Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia. Jurnal Ilmiah Kebidanan. 2022;9(2):121–30.

Fatimah, Yusuf AY, Fauza R, Permatasari TAE. The Relationship of Knowledge and Attitude of Pregnant Mothers Anemia Trimester III with Compliance with Fe Tablet Consumption in Pasar Kemis Community Health Center, Tangerang Regency. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2023;8(2):591–6.

Elyandri TG, Permatasari TAE. Hubungan Status Gizi Dan Faktor Lainnya Dengan Kejadian Menarche Dini Pada Remaja Putri Di YAPA Al-Isti’aanah Kabupaten Bogor. Tirtayasa Medical Journal. 2023 Apr 18;2(2):54–62.

Atikah, Putri O, Fahrini R, Andini Y, Putri O, Anggraini L, et al. Buku Referensi Metode Orkes-Ku (Raport Kesehatanku) Dalam Mengidentifikasi Potensi Kejadian Anemia Gizi Pada Remaja Putri. Yogyakarta: CV Mine; 2019.

Permatasari TAE, Chairunnisa C, Djarir H, Herlina L, Fauziah M, Andriyani A, et al. The Determinants of Stunting in the Under-five in Three Municipalities in the Special Capital Region of Jakarta. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2023 Feb 27;18(1):32.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Dinas Kesehatan Kota Bogor. Dinkes Kota Bogor Targetkan Bebas Anemia. 2017 [cited 2023 Mar 20]; Available from: https://kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/7508

Putri RD, Simanjuntak BY, Kusdalinah. Pengetahuan Gizi, Pola Makan, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Jurnal Kesehatan. 2017;VIII(3):404–9.

Sitanggang MR. Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Putri di SMA Prima Tembung [Internet]. [Medan]: Institut Kesehatan Helvetia; 2019 [cited 2023 Jan 3]. Available from: http://repository.helvetia.ac.id/id/eprint/2387/

Cia A, Sholeha NA, Lion HF. Asupan Zat Besi dan Prevalensi Anemia pada Remaja Usia 16-18 Tahun. Window of Health. 2021;4(2):144–50.

Indrawatiningsih Y, Hamid SA, Sari EP, Listiono H. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. 2021;21(1):331–7.

Masthalina H. Pola Konsumsi (Faktor Inhibitor dan Encaher Fe) Terhadap Status Anemia Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015;11(1):80–6.

Par’i HM, Wiyono S, Harjatmo TP. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.

Permatasari T, Briawan D, Madanijah S. Hubungan Asupan Zat Besi Dengan Status Anemia Remaja Putri di Kota Bogor. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;4(2):95–101

Published

2023-12-13

How to Cite

Maretika, D., Tria Astika Endah Permatasari, & Dewi Purnamawati. (2023). ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL KABUPATEN BOGOR. JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI, 14(2), 95–103. https://doi.org/10.58185/jkr.v14i2.96